Tudingan dominasi asing dalam operasional Grab Indonesia kembali mencuat, terutama seiring rumor merger dengan GoTo. Grab Indonesia langsung merespon dengan menekankan komitmennya terhadap tenaga kerja lokal dan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Pernyataan resmi ini bertujuan untuk mengklarifikasi isu tersebut dan sekaligus memaparkan peran penting Grab dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Berikut penjelasan lebih detail mengenai hal tersebut.
Dominasi Karyawan Lokal di Grab Indonesia
Grab Indonesia menegaskan bahwa hampir seluruh operasional perusahaan dijalankan oleh warga negara Indonesia (WNI).
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusam, menyatakan status Grab sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) adalah hal yang legal dan lazim di dunia usaha.
Ia menambahkan bahwa struktur PMA justru berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Tirza menekankan bahwa 99% karyawan Grab Indonesia adalah WNI yang berdomisili dan bekerja penuh waktu di Indonesia.
Hanya satu orang manajemen Grab Indonesia yang merupakan Warga Negara Asing (WNA).
Hal ini menunjukkan komitmen Grab dalam memberdayakan sumber daya manusia lokal dalam berbagai level, termasuk pengambilan keputusan strategis.
Kontribusi Grab terhadap Perekonomian Indonesia
Sejak beroperasi di Indonesia, Grab telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara.
Industri ride-hailing dan pengantaran online, yang Grab merupakan pemain utama di dalamnya, berkontribusi sebesar Rp 382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia (Studi ITB, 2023).
Grab sendiri berkontribusi setengah dari PDB industri tersebut (Oxford Economics, 2024).
Selain itu, Grab juga telah menciptakan lapangan pekerjaan yang signifikan.
Lebih dari 50% mitra pengemudi Grab sebelumnya menganggur, kini memiliki penghasilan dan akses pelatihan keterampilan, serta literasi digital dan keuangan.
Pemberdayaan UMKM dan Inisiatif Berkelanjutan
Grab juga telah berperan dalam mendorong digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tercatat telah tercipta 2,3 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM yang difasilitasi Grab.
Di kota-kota seperti Jayapura dan Kupang, bahkan 50% merchant Grab adalah wirausahawan baru.
Lebih lanjut, Grab dan OVO telah menyalurkan lebih dari Rp 1 triliun pembiayaan usaha kepada 25.000 UMKM.
Grab juga berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dengan mengoperasikan lebih dari 11.000 kendaraan listrik sejak 2019.
Inisiatif ini telah mengurangi 26.000 ton emisi karbon dan menghemat 11 juta liter Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kesimpulan
Klarifikasi Grab Indonesia mengenai dominasi asing dalam operasionalnya menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan sumber daya manusia lokal dan kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia. Angka-angka yang disajikan menunjukkan dampak signifikan Grab, tidak hanya dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan fokus pada pengembangan talenta lokal dan kontribusi ekonomi yang berkelanjutan, Grab tampaknya ingin meyakinkan publik akan peran positifnya di Indonesia, terlepas dari statusnya sebagai PMA.
