Ratusan siswa SMP di Kabupaten Buleleng, Bali, dilaporkan kesulitan membaca. Angka ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Komisi X DPR RI.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan akan membahas masalah ini dalam rapat kerja dengan kementerian terkait. Beliau menekankan pentingnya segera mengatasi masalah ini.
Respon DPR RI Terhadap Masalah Literasi di Buleleng
Hetifah Sjaifudian mengungkapkan rencana rapat kerja dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) dan menteri lainnya untuk membahas isu ini. Rapat tersebut direncanakan akan berlangsung dalam waktu dekat.
Menurutnya, kemampuan membaca merupakan fondasi pendidikan yang sangat penting. Ketidakmampuan membaca siswa SMP merupakan masalah serius yang harus segera diatasi.
Selain masalah literasi, Hetifah juga akan menanyakan kepada kementerian terkait soal isu TNI yang masuk ke kampus. Berbagai isu penting lainnya juga akan menjadi agenda pembahasan.
Penyebab Siswa SMP Kesulitan Membaca di Buleleng
Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, I Made Sedana, mengungkapkan data mengejutkan terkait kemampuan membaca siswa SMP di daerah tersebut. Sekitar 400 siswa dilaporkan kesulitan membaca dengan lancar.
Sedana menunjuk kebijakan naik kelas otomatis dan program pembelajaran tuntas sebagai faktor utama penyebab masalah ini. Sistem tersebut, menurutnya, mengabaikan penguasaan kompetensi dasar siswa.
Pemahaman yang keliru terhadap konsep pembelajaran tuntas menyebabkan siswa tetap naik kelas meskipun belum menguasai kemampuan dasar, termasuk membaca. Hal ini menjadi perhatian serius.
Langkah-Langkah Mengatasi Permasalahan
Komisi X DPR RI berkomitmen untuk mencari solusi atas permasalahan ini. Rapat kerja dengan kementerian terkait akan membahas langkah-langkah konkret untuk mengatasi kesulitan membaca siswa SMP di Buleleng.
Kementerian terkait diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Solusi tersebut harus mampu mencegah masalah serupa terjadi di daerah lain.
Pemerintah daerah juga perlu berperan aktif dalam mencari solusi. Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.
Kemampuan membaca merupakan kunci kesuksesan pendidikan. Permasalahan ini membutuhkan perhatian serius dan solusi yang komprehensif dari semua pihak agar tercipta generasi yang cerdas dan literat.
Dengan adanya komitmen dari DPR RI dan perhatian dari berbagai pihak, diharapkan masalah ini dapat segera teratasi dan tidak terulang kembali. Pentingnya literasi untuk kemajuan bangsa tidak bisa diabaikan.
