Perjalanan mudik jarak jauh menuntut kondisi mobil yang prima, termasuk oli mesin yang berperan vital dalam menjaga performa dan keawetan komponen mesin. Pertanyaan umum yang muncul adalah: sebaiknya oli diganti sebelum atau sesudah mudik?
Mengganti oli sebelum mudik sangat direkomendasikan. Hal ini memastikan pelumasan mesin optimal selama perjalanan panjang. Mesin yang beroperasi dalam waktu lama dengan oli usang berisiko mengalami peningkatan suhu signifikan, bahkan overheat. Oli baru menjamin kinerja mesin tetap maksimal dan meminimalisir gesekan antar komponen.
Namun, jika oli masih baru dan belum mencapai batas penggantian (biasanya sekitar 5.000-10.000 km, tergantung jenis oli), beberapa pemilik mobil memilih untuk menggantinya setelah mudik. Ini merupakan pilihan yang masuk akal untuk menghemat biaya, asalkan oli tersebut masih dalam kondisi baik.
Pertimbangan Mengganti Oli Sebelum Mudik
Keuntungan mengganti oli sebelum mudik adalah menjamin mesin dalam kondisi terbaik saat menempuh perjalanan jauh yang penuh tekanan. Risiko kerusakan mesin akibat overheat atau gesekan berlebih dapat diminimalisir. Perjalanan pun menjadi lebih aman dan nyaman.
Sebelum perjalanan panjang, periksa kondisi oli. Jika warnanya sudah keruh atau pekat, berarti sudah banyak menampung kotoran dan sisa pembakaran. Kondisi ini menunjukkan oli sudah perlu diganti. Jangan tunda penggantian, karena dapat merusak mesin.
Pertimbangan Mengganti Oli Sesudah Mudik
Mengganti oli setelah mudik juga memiliki kelebihan. Jika oli masih dalam kondisi baik sebelum mudik, penggantian setelah perjalanan panjang tetap perlu dilakukan. Oli yang telah digunakan untuk perjalanan jauh akan lebih kotor, mengandung partikel debu, sisa pembakaran, dan kotoran lainnya.
Penggantian setelah mudik memastikan mesin tetap bersih dan terpelihara dengan baik. Ini mencegah penumpukan kotoran yang dapat mempengaruhi performa mesin dalam jangka panjang. Meskipun hemat biaya, perhatikan kualitas dan kondisi oli setelah perjalanan.
Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Oli?
Keputusan mengganti oli sebelum atau sesudah mudik bergantung pada kondisi oli dan jarak tempuh. Jika oli mendekati batas penggantian, mengganti sebelum mudik adalah langkah bijak. Namun, jika oli masih baru, penggantian setelah mudik tetap penting untuk menjaga kebersihan dan performa mesin.
Selain memperhatikan jarak tempuh, perhatikan juga warna dan kondisi oli. Oli yang berubah warna menjadi lebih gelap atau keruh mengindikasikan telah banyak menyerap kotoran dan perlu segera diganti. Jangan mengandalkan hanya pada jarak tempuh saja.
Tips Tambahan Perawatan Mobil Sebelum Mudik
Selain oli mesin, perawatan lain yang tak kalah penting sebelum mudik adalah memeriksa kondisi radiator, sistem pendingin, ban, rem, dan sistem kelistrikan. Pastikan semua komponen dalam kondisi prima untuk perjalanan yang aman dan nyaman.
Lakukan pengecekan tekanan angin ban, periksa kondisi kampas rem, dan pastikan cairan-cairan penting seperti cairan rem dan cairan pendingin mesin dalam jumlah yang cukup. Melakukan perawatan menyeluruh akan meminimalisir risiko kerusakan dan gangguan selama perjalanan mudik.
Jangan lupa untuk membawa perlengkapan darurat seperti dongkrak, ban serep, kabel jumper, dan kotak P3K. Keberadaan perlengkapan tersebut akan sangat membantu jika terjadi masalah di tengah perjalanan.





